Entri Populer

Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

02 September, 2010

Perjalanan Ke Kolagana




Matanya awas tajam menatap hamparan samudra. Kulitnya yang legam menandakan betapa akrabnya Ia dengan dunianya,laut. Baginya hamparan samudra biru adalah bentangan sejuta harapan. Sesekali ia duduk diatas ujung sampannya sembari emlepas pandanganya ke arah samudra. Mungkin saja dalam benaknya ia sedang membuat perhitungan dengan sang samudra. Lalu keceriaan kembali merajainya saat teman-temannya menyapa untuk kembali bermain disela-sela membantu kesibukan orang tuanya yang membudidayakan rumput laut. Sekelompok anak nelayan Kolagana usia 4-7 tahun telah terbiasa dengan hempasan air laut dan cadasnya batu karang.

Beberapa waktu yang lalu bersama keluarga saya pergi melihat kebun almarhum kakek saya di Kolagana. Letak kebun itu tepat dekat laut,luasnya beberapa hektar namun agak landai. Sayang kebun itu hampir tak terurus sama sekali. Saya membayangkan di kebun itu dibangun villa dan pemandaangannya langsung menjorok ke laut. Hanya saja inventasinya pasti sangat besar.

Tak jauh dari situ, ada sebuah sumur tepat dibibir pantai. Anehnya menurut penduduk setempat yang lagi hendak mencuci dan mengambil air minum,air sumur tersebut rasanya tawar dan langsung bisa diminum tanpa dimasak. Sumur itu menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan air minum warga Kolagana. Sumur itu menjadi oase bagi warga ditengah tandus dan teriknya alam Kolagana. Setiap hari warga datang berbondong-bondong lalu mencari posisi strategis disekitar sumur untuk melakukan sebagian ritual rumah tangga. Apa lagi kalau bukan mandi, mencuci dan mengangkut air untuk dibawa pulang kerumah. Anak-anak merekapun tak ketinggalan. Setelah puas bermain sampan di laut,bergegas ke sumur untuk menyepul badan mengusir rasa asin yang melekat.

Paman saya begitu akrabnya menyapa setiap warga yang ia temui. Sesekali mereka bercanda dan saling mengejek menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti. Menurut cerita paman saya bahwa penduduk Kolagana ini semua adalah orang Baruta. Sejak dulu orang Baruta bermigrasi ke Kolagana dan berkebun. Rupanya tepat didepan Kolagana adalah Baruta,hanya berjarak kurang lebih 500 meter dipisahkan oleh selat Buton. Selat inilah yang setiap harinya dilalui oleh kapal cepat sagori Ekspress dan Super Jet menuju raha dan Kendari. Bahkan kapal PELNI yang berukuran kecil melalui selat itu ketika hendak merapat ke Pelaabuhan Murhum Bau-Bau. Menurut informasi,kendati sempit selat di depan Baruta itu sangat dalam. Menurut cerita Mamaku,Paman saya itu waktu kecil biasa berenang dari Baruta ke Kolagana untuk pergi sekolah.

Dari bahasa yang mereka gunakan sehari-hari, nampaknya termasuk dalam rumpun bahasa Pancana. Rumpun bahasa ini tersebar hampir disetiap pinggiran Pulau Buton dan hampir seluruh bagian Pulau Muna dengan beragam dialek dan beberapa kosa kata dengan fonologi yang agak berbeda. Mereka terkenal sebagai pelaut yang ulung untuk menangkap hasil laut ataupun berdagang. Maknya saat ini banyak dari mereka menetap dan berdagang di daerah timur nusaantara sana. Dalam sebuah catatan yang pernah saya baca bahwa rumpun Pancana ini jauh lebih dulu datang menempati pulau Buton sebelum datangnya Mia Patamiana dari Johor itu.

Nampaknya cukup beralasan ketika antropolog Pelras dari hasil penelitiannya memasukkan bangsa Buton sebagai salah satu dari lima bangsa maritim di Nusantara. Empat bangsa yang lain adalah Bajo, Makassar, Mandar dan Madura.

*************

Anak-anak nelayan Kolagana itu masih terus bermain dengan senyum lugunya. Mereka hanya mengenal dunia laut. Mereka belum tau bahwa disekitar mereka tangan-tangan tak kelihatan (invisible hand) telah lama bergerak mengeksploitasi sumber daya alam. Tak jarang tangan-tangan tak kelihatan itu berselingkuh dengan kekuasaan saling bertanam saham dan berbagi laba. Mereka (mungkin saja) belum sadar bahwa zaman berlari dengan kencangnya digerakkan oleh motor kemodernan. Geliat zaman begitu cepat, dalam hitungan detik dunia terus berubah.

Apakah yang akan terjadi pada anak-anak nelayan Kolagana itu nantinya? Tak mungkin ke-edan-an dunia dijawab dengan ke-lugu-an. Entahlah..,mereka akan tenang-tenang saja selama sumur mereka tak diganggu, orang tua mereka masih bisa membudidayakan agar-agar dan mereka masih bisa bermain sampan di laut Kolagana yang Biru.

Bau-Bau, 2 September 2010
Jam 13:20 WITA.

17 Agustus, 2010

Catatan Kaki Untuk Penentuan Hari Jadi Kota Baubau



Sebentar lagi tanggal 17 Oktober adalah peringatan hari jadi Kota Baubau. Akhir-akhir ini beberapa kelompok tertentu utamanya kelompok yang cukup intens mengkaji tentang budaya Buton mempertanyakan kembali mengenai hari jadi Kota Baubau tersebut. Secara normatif nomor 13 tahun 2001 tentang Pembentukan kota Baubau menetapkan Baubau menjadi sebuah kotamadya tanggal 17 Agustus dan beberapa bulan lagi berdasarkan Undang-undang No. 13 tersebut usia Kota Baubau genap 9 tahun. Beberapa selentingan dari warga kota kemudian mempertanyakan kembali,betulkah Kota Baubau saat ini baru berusia 9 tahun? Sekiranya Baubau baru berusia 9 tahun lantas apakah Baubau sebelum 9 tahun yang lalu tidak menunjukkan fenomena perkotaan? Tidak adakah bukti tertulis atau bukti arkeologis atau setidaknya kajian kesejarahan yang menunjukkan fenomena perkotaan tersebut.

Pertanyaan tersebut sangat mendasar dan mesti terjawab. Memang secara normatif legal formal yang dimuat dalam lembar negara Indonesia bahwa usia Kota Baubau sebagai kotamadya dalam lingkup kesatuan NKRI baru 9 tahun. Hal tersebut ditetapkan melalui Undang-undang No 13 tahun 2001. Hanya saja ketika usia kota Baubau berpatokan pada UU No 13 tahun 2001 tersebut justru mereduksi bahkan menghilangkan aspek kesejarahan dan kebudayaan Baubau itu sendri. Aspek kesejarahan dan kebudayaan Kota sangatlah penting karena inilah yang menjadi karakter, bukti eksistensi warga kota dan spirit pembangunan kota. Sementara UU No 13 tahun 2001 tersebut hanyalah fenomena politik keindonesiaan yang bergulir sejak jatuhnya rezim orde baru,daerahpun menuntut adanya desentralisasi.

Lantas kapankah hari lahir kota Baubau?

Baubau sebagai Sebuah Kota
Sebelum kita menjawab pertanyaan diatas ada baiknya sedikit mengulas tentang definisi kota. Secara etimologi kata kota berasal dari kata kutho (istilah jawa) yang merupakan bangunan tembok keliling yang berfungsi sebagai pengaman dan pembentuk ruang lingkungan. Dalam lingkungan tersebut terdapat pemukiman (intra muros) baik raja dan kerabat, para bangsawan serta masyarakat. Dalam pengertian yang lebih luas kutho menjadi tempat aktivitas ekonomi,politik,administrasi pemerintahan,kegiatan keagamaan dan pusat informasi. Karena kutho menjadi pusat informasi tentu saja akan ditunjang oleh pembangunan infrastruktur. Dari sini kemudian belakangan muncul pemisahan antara kota daan desa.

selain itu kota juga dimaknai sebagai kumpulan individu dan kelompok organisasi dengan jumlah yang sangat besar. Kumpulan ini melahirkan suatu dinamika yang sangat kompleks dan rumit. Interkasi sosial yang terjadi tak hanya sekedar upaya saling mengenal namun di dorong pula oleh motif yang lain yakni motif ekonomi dan politik. Karena adanya heterogenitas maka interaksi tadi sekaligus upaya memperkukuh eksistensi masing-masing baik itu ras,kerabat, profesi, agama dan lain sebagainya. Bentuk interaksipun bermacam-macam tak terbatasi oleh ruang tertantu. Secara eksternal kotapun membangun interaksi keluar dengan kota-kota ataau wilayah yang lain sebagai upaya menjawab kebutuhan warga kota. Secara filosofis kota dapat dimaknai sebagai sebuah pemadatan dan ruang dan waktu. Seluruh aktivitas dan kebutuhan kemanusiaan dilakukaan dan dicapai dalam ruang dan waktu yang sempit dan singkat secara bersamaan.

Spirit Dibalik lahirnya Kota Baubau
Nah, dari definisi kota tersebut lalu bagaimana menentukan fenomena kekotaan Baubau untuk menjadi titik berangkat dalam menentukan hari lahir atau hari jadi kota Baubau..??

Berangkat dari definisi kota diatas, kita dapat saja berfikir secara sederhana menetukanhari lahir Kota Baubau sejak abad ke 14 yakni ketika datangnya mia patamiana yang oleh mereka kemudian mendirikan pata limbona (empat kampung). Atau kita dapat saja kita menentukan hari lahir kota Baubau saat pendirian benteng kesultanan Buton sebagai pusat pemerintahan pada abad ke..... benteng tersebut dibuat mengelilingi semua limbo (kampung) yang ada.

Namun menurut saya penentuan hari lahir Kota Baubau tak hanya sekedar dinisbahkan pada teori-teori tentang perkotaaan. Namun penentuannya harus jauh melompat melampaui teori-teori perkotaan tersebut. Hal ini sangat penting karena penetuan hari jadi Kota Baubau secara langsung harus dapat memberikan kebanggaan kepada warga kota,memberikan inspirasi kepada warga kota dan pembangunan kota serta secara historis dan budaya menunjukkan eksistensi kota. Artinya penentuan hari jadi kota Baubau didasarkan pada momentum besar dan inspiratif dalam lintasan sejarah kota Baubau itu sendiri. Momentum yang dimaksud dapat berupa kejadian peristiwa penting ataupun dinisbahkan pada satu tokoh penting pada masaa lampau

Soekarto Kartoatmodjo, seorang epigraf (ahli epigrafi),mengemukakan beberapa syarat untuk menetapkan hari jadi suatu daerah berdasarkan kajian epigrafi/prasasti dan sejarah. Pertama, dicari yang setua mungkin. Kedua, mampu menimbulkan rasa bangga penduduk dan warga masyarakat seluruhnya. Ketiga, mempunyai ciri khas atau identitas yang jelas. Keempat, bersifat Keindonesiaan.

Hal ini juga dilakukan oleh kota-kota yang lain di indonesia. Berikut beberapa contoh kota tersebut.
• Ternate yang menetapkan hari jadi Ternate pada 29 Desember 1250, waktu saat Sultan Baabullah berhasil mengalahkan dan mengusir Portugis dari bneteng Gamlamo. Peristiwa ini dapat membangkitkan semangat patriotisme dan identitas diri masyarakat Ternate hingga masyarakat ternate mengusulkan Sultan Baabullah sebagai pahlawan nasional. Usia ternate sekarang hampir 760 tahun.
• Palembang sekarang telah berusia 1328 dimana hari jadi Kota Palembang didasarkan pada saat raja Sriwijaya,Sri Jayanasa mendirikan sebuah wanua atau kampung pada tahun 682 M. dari hari jadi ini Palembang ingin mengaskan diri sebagai kota tertua di Nusantara.
• Hari jadi kota Surabaya awalnya diperingati tanggal 1 April 1906. Tanggal ini ditetapkan saat kota Surabaya ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda bersamaan dengan tiga kota lain yakni Bandung, Medan dan Makassar. Namun petinggi dan tokoh masyarakat Kota Surabaya, awal tahun 1970-an melakukan koreksi tentang Hari Jadi atau Hari Lahir Surabaya karena bernuansa ke-Belanda-an. Akihirnya harai jadi Surabaya dikoreksi menjadi tanggal 31 Mei 1293 karena saat itu tentara Raden Wijaya dari Mojopahit memenangkan peperangan melawan tentara Tar-tar yang dikomandani Khu Bilai Khan dari Cina dan berhasil mengusirnya dari Hujunggaluh, nama desa di muara Kalimas.
• Kota Makassar saat ini berusia 403 tahun. Usia ini didasarkan pada peristiwa penerimaan Islam oleh Raja Gowa / Tallo sebagai agama Kerajaan Pada hari Jum’at tanggal 9 Nopember 1607, bertepatan dengan hari 19 Rajab 1016 H yang ditandai dengan pelasanaan shalat Jum’at secara berjamaah.
• Hari jadi kota Jakarta ditetapkan berdasarkan pada momentum saat Fatahillah berhasil mengusir portugis dan menguasai Sunda kelapa pada tahun 1527.

Lantas momentum apakah yang dapat menjadi titik berangkat lahirnya kota Baubau. Dari sini saya mengusulkan agar penentuan hari jadi atau hari lahir kota Baubau dimulai sejak masuknya islam yakni saat Raja Buton ke enam Murhum menyatakan diri untuk memeluk Islam pada tahun 1542 M (948 H). jika hari jadi kota Baubau didasarkan pada momentum masuknya Islam maka usia Kota Baubau saat ini adalah 468 tahun, jauh lebih tua dari kota Makassar yakni 403 tahun yang juga didasarkan pada masuknya Islam di Kerajaan Gowa/Tallo.

Ada beberapa alasan penting mengapa saya cenderung mengusulkan masuknya Islam ketimbang momentum yang lain untuk dijadikan titik berangkat hari jadi Kota Baubau.

Alasan pertama,
Islam memberikan pengaruh yang sangat kuat baik pada level pemerintah kerajaan Buton maupun masyarakat Buton sampai saat ini. Hadirnya Islam menjadi peletak dasar terbentuknya kesultanan Buton. saat sultan Buton menyatakan diri memeluk agama Islam maka bentuk pemerintahan Kerajaan Buton berubah menjadi Kesultanan. Murhum pun selain menjadi raja Buton ke enam dengan masuknya Islam Murhum menjadi Sultan Buton Pertama.

Alasan Kedua.
Dengan masuknya Islam menjadi peletak dasar kesultanan Buton sebagai sebuah konsep state (negara) modern. Sultan Buton ke IV Dayanu Ikhsanuddin berhasil menyusun satu konstitusi (Undang-Undang Dasar) negara Kesultanan Buton yang yang bercorak tasawuf. Undang-undang ini tak hanya mengatur duniawi seperti urusan politik dan pemerintahan namun juga urusan ukhrawi masyarakat pada saat itu. Dalam Undang-Undang tersebut mampu menjelma menjadi struktur pemerintahan, konsep pertahanan kesultanan Buton dan konsep sosial orang Buton. Undang-undang ini kemudian lebih dikenal dengan Undang-Undang Martabaat Tujuh.

Alasan Ketiga,
Islam mampu membawa Kesultaanan/orang Buton pada tingkat kejayaan. Sejarah mencatat ada banyak sekali tokoh sastra dan karya sastra (kabanti) yang berisikan pesan-pesan moral dan konsep hidup yang kesemuanya bercoraak tasawuf misalnya kabanti Ajonga Yinda Malusa dan Kanturuna Mohelana Karya Idrus Kaimuddin (sultan Buton ke-29). Jauh sebelum taman siswa berdiri (1922) sebagai akibat pengaruh Islam Idrus Kaimuddin mendidirikan institusi pendidikan yang dikenal dengan Zawiah yang juga mengajarkan tasawuf.

Alasan Keempat,
Islam adalah ajaran yang paling berpengaruh terhadap kebudayaan Buton sampaai saat ini termasuk masyarakat Buton. Haroa adalah tradisi budaya Buton yang sampai saat ini masih konsisten dan dipegang teguh oleh waarga Kota Baubau. Tradisi haroa ini dilaksanakan mengikuti hitungan bilangan bulan Islam (hijriah). Tradisi haroa berisikan doa-doa kepada Sang Khalik untuk diberikan rezki,keselamatan dunia akhirat sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Pujia-pujian kepada Rasulullah juga dilakukan dalam tradisi ini.

Alasan kelima,
Fenomena keislaman harus dipandang sebagai fenomena globalisasi karena kemunculan Islam bermula dari Asia Tengah saat datangnya seoraang Rasullullah. Islam kemudian tersebar menyebarangi samudera dan menggapai seantero dunia yang dibawa oleh para sahabat rasul, ulama dan pedagang Islam. Dengan masuknya Islam ke tanah Buton pada abad ke-16 ini menandakan bahwa kesultanan Buton sejak dahulu telah bersentuhan dan berhubungan dengan belahan dunia lain. Hubungan ini tentu saja meniscayakan adanya hubungan ekonomi,politik dan akulturasi budaya. Salah satu ciri kota modern adalah mampu membangun hubungan keluar.

Alasan keenam,
Alasan ini (mungkin saja) cenderung agak politis dan psikologis. Penentuan ulang tahun Kota Baubau harus mampu membawa Kota Baubau keluar dari bayang-bayang tafsiran sejarah nusantara bagian timur. Sejarah kebudayaan Buton saat ini cenderung dibawah bayang-bayang tafsir sejarah dominan yakni Makassar dan Ternate. Dalam buku-buku pelajaran sejarah nasional,kerajaan besar nusantara bagian timur hanyalah kerajaan Makassar dan Ternate. Sementara sejarah kesultanan Buton adalah sejarah yang terabaikan dalam etalase sejarah nasional. Masuknya Islam sebagai titk berangkat hari jadi kota Baubau maka usia Kota Baubau jauh lebih tua dibanding kota Makassar yaang sama-sama mengambil momentum awal mula masuknya ajaran Islam.

Maka mari rayakan hari jadi Kota Baubau yang ke 468 tahun pada tanggal 17 Oktober 2010 nanti.

Baubau, 17 Agustus 2010.

01 Juli, 2010

Selamat Berpulang Sahabatku Ali..,




Asap rokok masih saja terus mengepul diatas kepala kami seolah sedang terjadi kondensasi awan dikala akan hujan. Ruangan sekejab dikuasai aroma Tar dan nikotin. Wangi shampoo dirambut gondrong kami menjadi tak jelas setelah bereaksi dengan partikel asap rokok. Dengan PeDenya kami melepas baju sehingga badan kami yang ceking yang tak pernah penuh diisi asap rokok menjadi jelas. Ruas-ruas rusuk didada begitu menonjol kentara karena lebih sering diisi oleh asap rokok ketimbang makanan yang bergizi. Betapa tidak, selera makan menjadi hilang saat Tar dan nikotin yang berbentuk asap bereaksi sempurna dalam tenggorokan dengan senyawa kafein kopi. Menurut kami itu adalah kempurnaan luar biasa. Hasilnya, lambung kami semakin akrab dengan Maag.

Saat itu sudah tengah malam. Kami belum saja tidur. Mata kami masih tetap terjaga karena mulut kami masih bersemangat komat-kamit membahas tentang pengkaderan mahasiswa. Ini kami lakukan hampir setiap malam dengan ikhlas karena pesan-pesan senior sudah terpatri. “ini demi keberlanjutan pengkaderan mahasiswa,ini demi bangsa dan peradaban yang lebih baik. Karena mahasiswa adalah pelatuk perubahan dan memiliki fungsi control sosial”

Ruangan HIMAGRO (Himpunan Mahasiswa Agronomi) menjadi saksi segala aktivitas kami. Ruangan HIMAGRO merekam dan menjadi pendengar terbaik setiap rencana gerakan dan agenda kelembagaan yang akan kami lakukan. Itu rutinitas setiap malam saat masih mahasiswa bersama sahabat saya Alisastrawansyah dan sahabat-sahabat yang lain enal, masluki, Phay, ilo,jullo,alam dan teman-teman yg lain.

*********
Pagi ini,tepatnya jam setengah sepuluh teman saya Firman yang sekarang lagi menempuh S2 d jogja mengirim kabar via Short Message Service bahwa saudara kita Alisastrawansyah baru saja meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Saya sangat terkejut dan agak sedikit trauma bercampur sedih yang mendalam. Betapa tidak, dalam selang yang tidak seberapa lama mendapat dua kabar duka dipagi hari. Beberapa waktu yang lalu dosen saya yang tercinta Pak Nurman sekarang saudara kami Alisastrawansyah giliran berpulang

Saya segera menyebarkan berita duka ini kepada teman-teman sembari mencari informasi ke teman-teman emngenai kronologis kecelakaan. Informasi yang saya dapat, Ali,begitu sapaan akrab Alisastrawansyah, meninggal begitu sampai di rumah sakit umum Masamba. Salah seorang yang berada di tempat kejadian melihat handphone Ali dan dipanggilan keluar ada tercantum nama Masluki. Masluki lalu dihubungi untuk segera ke Masamba dan kebetulan Masluki tinggal di palopo sekitar 1 jam ke Masamba.

Cerita yang saya dapatkan dari Masluki dan Amril yang menyusul kemudian ke rumah sakit, kejadiannya jam setengah 7 pagi. Ali menyetir mobil Taft bersama mertua dan iparnya hendak menuju Makassar. Kecelakaan terjadi saat mobil yang dikendarai Ali tabrakan dengan Bus besar antar kota yang melaju kencang dari arah Makassar. Tabrakan nampaknya sangat keras karena mobil yang dikendarai Ali rusak berat. Ali meninggal saat tiba d rumah sakit dan mertuanya meninggal ditempat sementra iparnya sempat kritis dirumah sakit lalu menyusul meninggal beberapa jam kemudian.

Lalu terpikir oleh saya bagaimana ketika keluarga Ali mendengar berita ini yang sekarang berdomisili di Takalar. Ali baru saja menikah setahun lebih dan istrinya baru saja melahirkan. Buah hati hasil pernikahan mereka terpaksa yatim sebelum lahir. Saya membayangkan bagaimana perasaan istri sahabat saya itu. Baru saja bahagia karena telah dikaruniai momongan sirna sekejab berganti duka karena Ali suami tercinta, ayah dan adiknya berpulang dengan tiba-tiba dan tragis. Rencana untuk membina keluarga dan membesarkan anak pun pupus berganti duka yang teramat berat. Aakh..,saya jadi tak tahan membayangkan itu. Tak terasa mata ini jadi berkaca-kaca.

Saya masih teringat saat dikampus dulu bersama Ali. Sembari mengisap dalam-dalam rokok dan segelas kopi berdua di Mak Atang (salah satu langganan pedagang kaki lima dekat jurusan tempat kami biasa mengutang), kami sering berceloteh tentang “ketailasoan sosial”. Itu istilah yang kami gunakan untuk menggambarkan kondisi sosial yang carut-marut akibat salah urus dan sistim kampus yang tak pernah mau sejalan dengan dinamika pengkaderan lembaga mahasiswa.

Kami sengaja memelihara rambut gondrong sebagai bentuk perlawanan terhadap sistim di kampus. Sementara birokrat kampus mengindentikkan mahasiswa gondrong adalah mahasiswa yang tak beretika, nakal, bodoh dan malas. Kami selalu berapologi “nabi saja banyak yang gondrong, artinya mereka tak beretika,bodoh dan malas. Sementara para nabi hadir membawa misi perubahan sosial”. Hahahah…kami menemukan pembenaran secara teologi atas kegondrongan kami.

Ada mitos gondrong yang diberitahukan Ali kepada saya.

“Min, ada pantangan yang tak boleh dilanggar oleh mahasiswa gondrong”
“Apa itu?” tanyaku penasaran
Jawab Ali “mahasiswa gondrong tak boleh minum susu, tak boleh makan tahu tempe, tak boleh tidur dibawah jam 12 malam dan harus merokok . Kalau melanggar aturan, itu tandanya banci dan potong saja gondrongnya”.

Sementara saya sangat doyan susu coklat. Terpaksa untuk meminumnya saya akali dengan mencampunya dengan coffemix. Kami hanya tertawa terbahak dengan terus mengepulkan asap rokok sambil terus berceloteh dan menikmati susu coklat yang telah diakali itu…

Satu waktu ada kegiatan Himpunan di Takalar tepatnya di pabrik Gula takalar. Ali lalu menjanjikan saya akan mengajakku ke rumahnya yang tak jauh dari pabrik gula itu. Disela-sela kegiatan lagi istrahat, Ali hendak melunasi janjinya. Dengan menggunakan motor yang khusus Ali persiapkan untuk saya, ia mengajakku ke rumahnya untuk makan malam. Ali perkenalkan saya dengan orang tuanya yang ramah. Setelah mandi dan badan bugar kembali kami langsung ke dapur. Saat itu kami berdua duduk makan melantai. Bukannya tak ada kursi meja tapi itu menjadi kebiasaan kami yang menyenangkan saat makan.
Sambil melahap makan malam, Ali bercerita tentang pacarnya yang juga satu jurusan dengan kami. Namanya sebut saja “Bunga”. Gadis itu cantik, manis, senyumnya menarik,bodinya bohai semampai, rambutnya hitam lurus seperti bintang iklan shampoo. Saya kenal betul gadis itu karena selalu jadi rebutan dan buah bibir para jomblowan di kampus. Gadis itu angkatan dua ribu ****. Ia berkisah tentang sejauh mana hubungannya dengan gadis cantik itu. Akh..,saya tak perlu menceritakan kembali kisah itu disini. Itu perbicaraan rahasia dan khusus para lelaki. Tak boleh diketahui oleh perempuan.

Setelah usai makan malam, Ali melarang saya langsung kembali ke pabrik gula. “kita nyantai-nyatai dulu dikamar Min,ada yang mau ku kasih liatkan q” katanya. Pembicaraan kami seputar studi, kampus,lembaga mahasiswa dan tentu saja tema pembicaraan wajib adalah perempuan. Lagi asyik bercerita lalu terdengar suara dentuman music dangdut. Nampaknya itu tak jauh dari rumah Ali

“Ayo Min, kita kesana. Itu yang mau ku kasih liat q” ajaknya. Saya pun bergegas karena di dorong rasa penasaran. Setelah berpamitan pada orang tua Ali kami langsung menuju ke sumber suara musik tadi. Sampai disana..,wow..ada tontonan menarik para gadis-gadis dengan menggunakan pakaian serba minimalis sedang menari meliuk-liuk bak ular kobra sambil menyanyikan lagu dang dut pilihan diatas panggung. Goyangan tubuhnya mengikuti irama dang dut. Tarian mereka memancarkan nuasa erotis. Apalagi memperhatikan tubuhnya yang berkeringat dan menyusup jauh kedalam setiap lipatan dan lekukan tubuhnya yang putih. Kemana gerangan keringat itu bermuara?. Akh.., silahkan jawab sendiri.
Orang setempat menyebutnya ca’doleng-doleng

Ali punya perawakan yang sederhana,ceria dan enak diajak ngobrol. Secara fisik badannya kurus, rambutnya hitam lurus, kulitnya putih, wajahnya lumayan tampan dan badanya tak terlalu tinggi. Orang mengkategorikan dia dalam kelompok laki-laki tampan makanya dia punya banyak pacar dan setiap mengodo-odo perempuan pasti dapat.

******************
Itulah sekeping kenangan bersama Ali. Kenangan saat bermahasiswa di jurusan Budidaya Pertanian UNHAS. Setelah saya sarjana dan kembali ke Buton saya tak pernah bersua lagi dengan Ali hanya komunikasi via telpon dan facebook masih intens. Bahkan beberapa waktu lalu dia mengajak saya untuk bisnis benih jagung. Kebetulan Ali bekerja pada salah satu perusahaan benih.

Kendati Ali telah berpulang tapi ia hendak berpesan kepada kita lewat akhir hidupnya yang tragis. Kematian memang sebuah keniscayaan. Semua yang hidup pasti akan mati, semua tinggal soal waktu, tempat dan bagaimana cara kita mati. Kematian bukanlah masalah dan harus ditakuti karena ia adalah niscaya. Yang terpenting adalah bagamana cara kita mempersiapkan diri menghadapi kematian

Masih banyak lagi kepingan-kepingan memori yang tersimpan dan tak akan terlupakan dalam ingatan saya. Seorang sahabat dan sudah seperti saudara pernah berjuang dan menderita bersama. Sahabat yang tak hanya sekedar membenarkan kata-kataku tapi selalu berkata benar kepadaku. Aakh saya tak kuat lagi melanjtkan cerita ini. Mata ini semakin berkaca. Selamat tinggal saudaraku, semoga engkau mendapat tempat yang baik disana. Maafkan, karena ruang dan waktu, aku tak sempat melihat tubuhmu yang telah terdiam kaku. Namun Aku kan terus mengenangmu…,

Anda punya kenangan sama Ali..?

Baubau,Sultra
Kamis, 1 juli 2010
Pukul 09.30 pagi
Saat mata sedang berkaca-kaca..,

ORANG PALING BAIK ITU PERGI MENINGGALKAN SEJUTA KENANGAN



Pagi tadi pukul 08.45 saya lagi menonton berita televisi seputar goncangan gempa bu,I pagi ini yang melanda daerah Aceh berkekuatan 7 SR lebih. “..malang betul nasib daerah itu,menjadi langganan gempa..” gumamku sembari menelan sarapan yang telah ku lumat. Tiba-tiba…

Tidiiiit….tidiiiit…ada sms masuk ke Hpku dari Nomor yang tak ku save sebelumnya 081242616xxx, lalu ku baca…

“…Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun. Telah Berpulang ke rahmatullah Pak Norman Gosar (Agronomi,Pertanian). Meninggal di Bone selanjutnya disemayamkan di rumah orang tuanya di kalimporo, Balangbessi, Bulukumba. Semoga diampuni segala kesalahannya dan digandakan amalnya oleh Allah SWT, Amin..”

Aku tersentak..,”orang paling baik di dunia akhirnya meninggalkan kita” saya membatin. Dari kabar yang saya terima ia meninggal tiba-tiba dan bukan dalam kondisi sakit. Menurut sahabat saya Hasanuddin Puddo begitulah orang yang baik meninggalnya pun akan dimudahkan. Informasi ini lalu saya sebarkan ke teman-teman yang lain. Merekapun merasakan hal yang sama dengan yang saya rasakan.

Rasa-rasanya baru kemarin Pak Norman (begitu kami akrab menyapanya) setengah berbisik kepadaku

“Min, kalau saya tidak ada masalah ji, ini sekedar solidaritas dosen pertanian untuk sementara tidak mengajar dan ini masih bisa dibicarakan baik-baik..”.

Ia menyampaikan hal itu padaku saat gonjang-ganjing masalah penyambutan mahasiswa baru di Pertanian tahun 2005 dan merembet ke persoalan BEM Pertanian dengan pihak Fakultas. Dosen-dosen Pertanian mogok mengajar. Kami saat itu menahan dan mendesak Bapak Syawal Saloko selaku Dekan Pertanian saat itu untuk berdiskusi seputar keputusannya menskorsing beberapa mahasiswa Pertanian karena melaksanakan kegiatan pengkaderan lembaga mahasiswa. Gerakan kami itu di pelintir oleh media bahwa mahasiswa Pertanian UNHAS menyandera dekannya. Masalah ini sempat diangkat di media TV nasional dan menjadi isu nasional. Saat itu saya dianggap sebagai salah satu dalang dari gerakan itu dan sempat menjadi “incaran” pihak birokrasi. Namun kata-kata Pak Norman kepadaku saat itu begitu menenangkanku sampai saya berbisik dalam hati “ternyata masih ada yang melihat masalah ini lebih arif”.

Terlepas dari persoalan itu nampaknya sosok Bapak Norman Gosar adalah sosok yang dinilai orang baik, baik mahasiswa maupun dosen Jurusan Budidaya Pertanian Unhas. Pembawaannya begitu tenang, murah senyum dan selalu menyapa dengan ramah.

“bagaimana kabarnya, Min”

dengan senyum khasnya, itu sapaan yang selalu Ia lontarkan setiap kali bertemu denganku. Tak hanya itu, Ia juga selalu memberi semangat kepada kami mahasiswa sembari memberikan doa. Diam-diam saya selalu memperhatikannya, rupa-rupanya sikap ramah dan kekeluargaannya itu juga Ia lakukuan pada setiap orang. Jadi tak heran mahasiswa dan dosenpun senang terhadapnya. Selama saya menjadi mahasiswa di Jurusan Budidaya Pertanian Unhas, saya tak pernah mendapati beliau marah-marah ataupun bergunjing membicarakan orang lain. Kalaupun ada hal yang kurang ia sepakati maka Pak Norman akan menyampaikannya kepada kami dengan cara yang menyenangkan.

Ada metode mengajarnya yang menurutku sangat efektif dan menyenangkan dan saat saya diajar oleh beliau saya ingin sekali meniru metode itu bila menjadi dosen. Pak Norman selalu meminta kami mencari jurnal penelitian pertanian untuk sama-sama didiskusikan di kelas pada saat-saat tertentu.

Pak Norman selalu berpesan “Anda harus rajin-rajin mencari jurnal di internet karena jurnal penelitian biasanya informasinya lebih up to date di banding buku-buku. Frekuensi publikasi jurnal penelitian juga jauh lebih tinggi dan beragam dibandingkan buku-buku teks. Lagi pula kami selaku dosen tidak menjamin menguasai seluruh materi, kami juga punya kekurangan. Dengan mendiskusikan jurnal penelitian terbaru kita bisa saling berbagi pengetahuan dan informasi terbaru seputar pertanian…”.

Menurutku Pak Norman adalah sosok pendidik yang baik dan patut untuk di contoh. Kepada mahasiswa Ia tak hanya mengajarkan namun juga menenangkan,menyenangkan dan menyamankan proses belajar mengajar. Bahkan saya pernah di bentak oleh Dosen Fisiologi,Pak Nas karena saya menyebut Pak Norman sebagai orang paling baik di Jurusan

“…siapa bilang Pak Norman adalah orang paling baik di Jurusan, Pak Norman adalah orang paling baik di dunia..”, kata Pak Nas.

Selamat jalan Bapak Norman Gosar. Tubuhmu kini terbaring kaku terbalut kain kafan dengan aroma kapur barus. Liang lahat yang sempit dan gulita akan menjadi tempat persemayamanmu, namun semoga engaku adalah salah satu yang dilapangkan dan diterangi lahatnya. Namamu akan senantiasa terpatri dalam sanubari kami. Bagi kami yang pernah engkau didik, engakau bukan hanya sebagai sosok dosen namun juga sebagai kakak sekaligus orang tua kami. Apa yang engkau ajarkan akan menjadi amal jariyah dan segala kebaikan dan keramahanmu akan menjadi pembuka pintu rahmat di alam sana.

Pergilah dengan tenang Pak Norman Gosar, kami ikhlas melepasmu dan doa-doa kami akan selalu menyertaimu kendati isak tangis kami belum saja kering.

Segalanya berasal dari-Nya dan segalanya akan berpulang kepadaNya. Kami tak punya daya dan upaya untuk menundanya walau hanya sedetik. Kami hanya bisa berupaya mempersiapkan datangnya panggilanNya…

Bagaimana dengan Anda, kenangan apa yang anda miliki bersama Bapak Norman Gosar…???

Bau-Bau Sulawesi Tenggara, 7 April 2010 pukul 11.15 pagi
Dari muridmu yang menulis setengah isak.

03 September, 2009

FB..,SITUS TERLARANG DI KANTOR WALIKOTA BAU-BAU
















Masih ingat gonjang-ganjing seputar FB di kalangan masyarakat Indonesia beberapa waktu yang lalu? Sampai-sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut ribut memperdebatkan apakah situs FB (Facebook) sama haramnya dengan situs BF (Blue Film). Berbagai macam argumentasi pro dan kontra oleh para ulama bermunculan. Seperti halnya memperdebatkan kemaslahatan yang lain, ayat dan hadist di takwil dan di utak-atik untuk menemukan dalih atas argumentasi masing-masing. Tapi entah mengapa MUI pun akhirnya tak mengeluarkan fatwa apakah situs FB haram atau tidak. Dengan sikap itu kitapun pasti akan menilai para ulama tak melarang FB, atau FB masih punya manfaat kalaupun punya kemudharatan dapat dicegah dan diantisipasi dengan cara lain. Tak perlu pakai fatwa haram dari MUI.
Kalau di Iran situs FB diboikot karena FB digunakan sebagai media propaganda yang paling efektif oleh pihak oposisi. Lain lagi di Kantor Walikota Bau-Bau. Dari kabar yang saya dengar dan terpercaya, hari ini bagi para pengguna fasilitas hospot di kantor walikota Bau-Bau tidak dapat mengakses situs Facebook. Ketika alamat situs facebook di masukkan maka yang muncul adalah peringatan “ini adalah situs terlarang”. Alasan pemblokiran situs tersebut karena para pegawai sibuk bercengkrama dengan teman-temannya menggunakan fasilitas Facebook sehingga melupakan tugas pokoknya sebagai pegawai pemerintahan. Menurutku ini adalah fenomena lucu sekaligus memprihatikan. Kerena kinerja birokrasi bisa tidak berjalan dengan baik hanya karena pegawainya sibuk bermain Facebook. Beginilah kalau fasilitas tidak digunakan pada waktu dan tempat yang tepat. Bisa jadi fenomena ini juga terjadi di kantor-kantor birokrasi lainnya yang memiliki fasilitas hospot.
Dalam masyarakat industri seperti sekarang ini, kita tak dapat mencegah dan membendung perkembangan informasi dan tekhnologi. Laju perkembangan teknologi laksana gelombang ombak besar di pantai. Kita tak dapat menghalau gelombang ombak itu agar tak menghempas kita ke batu karang. Namun kita harus bersikap laksana seorang peselancar ulung yang bermain di atas gelombang ombak. Bahkan tak jarang memperagakan manuver gerakan tubuh yang indah dan mengagumkan. Gelombang ombak yang besar dapat membawa peselancar dengan selamat ke daratan. Tapi bila keseimbangan tubuhnya hilang maka gelombang ombak itu akan menggulung tubuh peselancar dan menghempaskannya ke batu karang yang cadas. Nampaknya pegawai pemerintahan itu tak mampu menjadi peselancar yang ulung.

---------------------------------------------------------
Satu penemuan baru tak hanya menyempurnakan penemuan sebelumnya tetapi juga menjadi pijakan baru untuk menemukan beberapa teknologi baru yang lebih inovatif. Teknologi tak hanya memanjakan manusia dan mengantikan fungsi-fungsi tenaga manusia dengan mesin, tetapi teknologi menjadikan penyempitan dan mengaburkan ruang dan waktu semesta seolah memasukkannya dalam kotak kecil menghasilkan dunia imajinasi baru. Bahkan terkadang kita sukar untuk membedakan antara ruang dan waktu semesta dengan dunia imajinasi kita. Fenomena ini secara gamblang dideskripsikan dalam film The Matriks yang diperankan oleh artis kawakan holywood Keanu Reeves.
Tidak menutup kemungkinan, dengan berbagai penemuan teknologi informasi mutakhir justru akan membunuh waktu itu sendiri. Fenomena ini sebenarnya telah lama dikemukakan oleh fisikawan perancis Alain Aspect pada tahun 1982. Aspect mengemukakan teorinya yang sangat mencengangkan bahwa partikel yang ada di otak ikan yang berada dalam air laut yang paling dalam dapat berkomunikasi langsung dengan partikel yang berada di planet paling jauh di luar angkasa tanpa diantarai oleh waktu. Aspect betul-betul membunuh teori Enstein yang melihat waktu dengan malu-malu dengan merelativkannya.
Menurut Aspect, alam semesta ini bekerja dengan logika hologram. Segala hal yang nampak hanyalah bayangan-bayangan dan pantulan-pantulan dari satu partikel yang di dalamnya terdapat memori, ruang dan waktu. Masa lalu, masa kini dan masa depan inklud dalam memori partikel itu bahkan waktu menjadi sirna sehingga masa lalu, masa kini dan masa depan hanyalah gambaran psikologis kita. Untuk menjelaskannya Aspect memberikan satu simulasi ikan dalam akuarium.
Ada sebuah akuarium yang berisi seekor ikan hias. Ikan tersebut dipantau oleh dua buah kamera yang ditelatakkan pada sisi kanan dan sisi kiri akuarium. Masing-masing kamera kemudian dihubungkan oleh televisi. Para penonton tidak pernah melihat realitas ikan yang sebenarnya. Pengetahuan mereka tentang ikan hanya mereka peroleh dari gambar televisi yang mereka tonton. Kamera disebelah kanan akuarium menangkap wajah ikan sehingga gambar yang muncul pada televisi yang terhubung pada kamera sisi kanan adalah gambar wajah ikan. Kamera sebelah kiri menangkap gambar ekor ikan sehingga gambar yang muncul pada televisi yang terhubung pada kamera sisi kiri adalah gambar ekor ikan. Dari sini para penonton akan beranggapan ada dua ekor relitas ikan karena gambar ikan dipantulkan dari sisi yang berbeda. Gerakan ikan akan semakin mencipkan kesan banyaknya ikan. Ketika ikan dalam akuarium bergerak maka ikan dalam televisi juga akan ikut bergerak tanpa ada waktu yang mengantarainya. Hal inilah yang oleh Alain Aspect disebut dengan Paradigma Holographic.
FB hanyalah salah satu fenomena kemutakhiran teknologi. FB seolah menjadikan ruang kita menjadi sempit sehingga kita dapat berkomunikasi bahkan bertatap langsung dengan orang yang berada di belahan bumi lain sekaligus. Tapi anehnya, ruang sempit itu tidak membuat kita merasa sesak dan terjepit di dalamnya kendati ada banyak teman yang kita temui sekaligus dalam ruang FB. Bahkan kita semakin memperbanyak teman kita dalam ruang yang seolah sempit itu. Tidak menutup kemungkinan pada masa yang akan datang, akan ditemukan teknologi yang mampu membuat kita berada di beberapa tempat sekaligus. Tak Tanya melalui monitor komputer. Namun suatu saat akan ada seorang manusia yang sedang sibuk menyelesaikan tugasnya di kantor, sambil berada di Hawai menikmati indahnya pantai di Hawai dan berada di benteng keraton Buton sekaligus.
Sadar atau tidak sadar manusia sedang berpindah dunia. Bukan sedang pindah ke Mars karena populasi manusia di bumi meningkat atau karena bumi sudah tercemar. Tetapi manusia saat ini sedang mempersiapkan sebuah dunia tempat tinggal baru dengan menembus batas-batas dimensi material. Manusia sedang menciptakan dunia baru dengan membunuh waktu. Entah kapan, mungkin tak lama lagi..

Bau-Bau, 3 september 2009

17 Agustus, 2009

REFLEKSI KEMERDEKAAN DAN PERAYAAN YANG PARADOKS




Merdeka..!, kata yang selalu saja kita dengar menjelang peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus 1945. Tidak saja oleh para serdadu dan tentara tetapi sampai pada anak-anak yang belia dengan entengnya meneriakkan kata Merdeka. Terpampang di koran-koran, televise, poster, baliho dan media-media lainnya. Sampai paruh pertama bulan Agustus kata merdeka menjadi kata yang sering kita dengar atau ucapkan.
Tak hanya senapan dan bambu runcing, pada masa perjuangan kata merdeka juga menjadi senjata yang paling ampuh. Dengan teriakan merdeka mampu membangkitkan semangat perjuangan untuk melawan dan mengusir kaum penjajah dari tanah pertiwi. Kata merdeka mampu membangkitkan solidaritas, keberanian, maju pantang mundur para pejuang di medan perang. Tak hanya di medan perang, kata merdeka selalu diucapkan pada awal pertemuan dan akhir perjumpaan. Kata merdeka menjadi kata yang tepat untuk mewakili segala bentuk perjuangan, ekspektasi, tujuan dan cita-cita seluruh rakyat saat itu. Dengan kata merdeka merekapun lalu sama-sama mengerti bahwa masih ada yang harus terus diperjuangkan.
Pasca proklamasi 17 Agustus 1945 oleh The Founding Father Soekarno-Hatta, bangsa Indonesia secara fisik terbebas dari penjajahan Negara kolonial. Meskipun masih ada upaya yang dilakukan oleh Negara kolonial untuk menjajah kembali bangsa Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya dua kali agresi yang dilakukan oleh Belanda pasca 17 Agustus 1945 dan berbagai insiden lainnya. Kata merdeka menjelma menjadi benteng yang paling kokoh dalam setiap dada rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.
Perjuangan ternyata memang belum berakhir. Justru penjajahan saat ini jauh lebih dahsyat. Karena dahsyatnya itu terkadang kita tidak menyadari bahwa kita sedang terjajah, terjadi dimana-mana dan kapan saja. Bila pada masa sebelum 17 Agustus 1945 perjajahan terjadi secara fisik dan kontak senjata maka saat ini perjajahan terjadi melalui ideologisasi. Bila pada masa sebelum 17 Agustus 1945 kaum penjajah berasal dari Negara luar maka saat ini penjajahan juga dilakukan oleh rakyat Indonesia terhadap rakyat Indonesia lainnya.
Bila kita mengacu pada analisis Antonio Gramsci bahwa proses kekuasaan atau upaya untuk menguasai dapat dilakukan dengan dua cara yakni dominasi dan hegemoni. Dominasi adalah upaya penguasaan yang dilakukan secara fisik yang dijalankan oleh aparatur represif dengan mengatasnamakan keamanan dan stabilitas. Hegemoni adalah upaya penguasaan terhadap kesadaran dan paradigma berfikir yang dilakukan secara tersistematis. Pengusaan secara hegemoni justru lebih berbahaya karena orang yang dikuasai terkadang tidak menyadari kalau ia sementara terjajah. Bahkan terkadang ia menikmati penjajahan itu.
Hegemonisasi dilakukan melalui proses ideologisasi yang terstruktur dan tersististematis. Hegemoni bergerak secara halus dan lincah menguasai kesadaran kita lalu membunuhnya dan menggantinya dengan kesadaran yang baru. Secara kognitif pada akhirnya akan membentuk wajah kebenaran yang baru. Dan tentu saja akan berpengaruh pada sisi afektif dan psikomotorik. Lalu akan terjadi ketaatan dan kepatuhan terhadap kebenaran baru itu. Maka terjadilah yang namanya ketergantungan.
Nah, dengan cara pandang inilah Gramsci mendiagnosis proses penguasaan Negara maju terhadap Negara dunia ketiga. Idiologisasi dilakukan melalui rasionalisasi dan regulasi ekonomi politik. Rasionalisasi dan regulasi ini kemudian yang mengatur pola hubungan antar Negara. Eksploitasipun terjadi.
Para penjajah dari luar bersimbiosis mutualisme dengan penjajah dari dari bangsa kita sendiri untuk mengeksploitasi semua sumberdaya bangsa ini dengan mengendalikan struktur kekuasaan politik. Tanpa kita sadari potensi alam seperti tambang, hutan dan laut telah dikuasai oleh pihak asing dan kelompok penguasa negeri ini. Bahkan ruang udara telah dimonopoli melalui jalur penerbangan dan gelombang telekomunikasi. Akibatnya ketidakadilan, kemiskinan, kebodohan dan pengangguran masih saja terjadi di negeri ini. Menjadi sesuatu yang aneh tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia sangat tinggi sementara potensi alamnya melimpah ruah. Makanya jangan heran bila diberbagai daerah masih terjadi konflik sosial. Konflik yang terjadi di Papua, Aceh, Maluku, Poso dan berbagai daerah lainnya, apapun isunya selalu saja disebabkan oleh ketimpangan dan ketidakadilan.
Di Negara Indonesia kesejahteraan dan keadilan hanyalah menjadi mimpi indah bagi rakyat Indonesia. Cerita kesejahteraan dan keadilan hanyalah menjadi dongeng sebelum tidur yang meninabobokkan rakyat Indonesia. Kesejahteraan dan keadilan hanya menjadi janji dan instrument politik penguasa untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaannya. Janji kesejahteraan dan keadilan diobral bahkan di bagi gratis melalui pidato, kampanye, selebaran, iklan televisi dan radio menjelang momentum politik. Lalu dimanakah kesejahteraan dan keadilan itu..? entah berada dimana.
Memang secara substantiv negeri ini belumlah merdeka. Kendati sejak 64 tahun yang lalu Soekarno-Hatta telah memproklamerkannya. Bahkan selalu saja diulang-ulang dibacakan setiap tanggal 17 Agustus. Proklamasi Soekarno-Hatta tidak membawa kita pada dunia kemerdekaan tapi Soekarno-Hatta hanya mengantarkan bangsa ini di depan pintu gerbang kemerdekaan dan sampai hari ini kita belum masuk dalam rumah kemerdekaan. Kalau anda tidak percaya, baca saja pembukaan UUD 1945. Disitu tertulis dengan gamblang.
Saat ini bangsa Indonesia sedang merayakan euphoria kemerdekaan memperingati proklamasi 17 Agustus 1945. Kata merdeka masih saja diucapkan dan diteriakkan. Bendera merah putih tetap saja berkibar. Tak hanya di tiang-tiang bendera, namun merah putih juga berjubel di pagar-pagar rumah penduduk, tembok-tembok, teras-teras kantor, di pasar, di pelabuhan dan tempat umum lainnya. Pesta dan lomba perayaan masih saja berlangsung. Ada lomba lari karung, lomba panjat pinang, lomba pukul bantal, lomba karaoke, lomba joged dan berbagai lomba yang menyuguhkan suasana bahagia, meriah dan hadiah.
Tapi sayangnya, kemiskinan dan ketidakadilan masih saja ada dimana-mana. Orang-orang miskin karena ketidakadilan itu menggunakan kaos bergambar bendera merah-putih hasil pembagian panitia perayaan untuk pergi mengemis dan mengais sampah. Orang-orang miskin karena ketidakadilan itu beramai-ramai mengikuti lomba perayaan 17 Agustus untuk mengharapkan hadiah yang tidak seberapa agar hadiahnya itu ia gunakan untuk mempertahankan hidupnya yang miskin.
Orang-orang miskin karena ketidakadilan itu dipaksa mengakui kemerdekaan yang tak pernah mereka raih melalui perayaan yang semu dan gelamour. Tawa pada perayaan sejenak melupakan penderitaan mereka. Lalu kembali bergumul dan berjuang dalam kemiskinan merebut kemerdekaan. Kalaupun mereka mati, mereka tak layak menyandang pahlawan kemerdekaan dan tak layak mayatnya dibalut berdera merah-putih.
Perayaan pesta kemerdekaan ditengah kemiskinan dan ketidakadilan karena ketidakmerdekaan. Sungguh sebuah tontonan yang paradoks dalam Negara yang paradoks

Pukul 08.59, Tamalanrea, Makssar
17 Agustus 2009.

02 Juli, 2009

Akhirnya Saya Punya Facebook..!









“..ah.,ketinggalan jaman kamu, sekarang bukan masanya FS..,Niih maen Facebook dong..”
Demikian kata temanku beberapa bulan yang lalu saat saya lagi on line membaca komentar di FS ku. Dengan sedikit ciut wajahku kuhadapkan ke laptopnya sembari meminta penjelasan tetang seluk beluk FB (demikian orang menyebut Facebook)
“..menurutku FS tidak ketinggalan jaman. Ia punya segmen pemakai tersendiri yang setia..” demikian kata temanku yang satunya yang juga lagi on line. Sayapun dengan cepat membenarkan kata temanku itu dengan perasaan lega. Bukan berarti saya tidak punya alasan untuk membenarkannya.

Dengan sedikit penjelasan dari teman tadi tentang bagaimana aplikasi FB, menurutku FS masih punya kelebihan. FS memiliki tampilan lay out yang lebih menarik dan dinamis karena dapat di desain sedemikian rupa bila dibandingkan dengan dengan FB. Hanya saja FB lebih simple dan mudah dalam membangun jaringan pertemanan. Pengguna FB dapat dengan mudahnya membangun komunikasi secara langsung dengan beberapa teman dalam satu waktu, menuliskan keluh kesahnya dan curhat dengan teman FBnya. Atau teman saya pernah bilang “..FB bisa chating dengan beberapa teman sekaligus..”. Ah, entahlah saya bukan orang yang terlalu mahir dalam hal-hal seperti itu.
Terlepas dari itu semua, bagiku FS dan FB adalah budaya pop yang tidak terlepas dari permainan pasar. Ini yang menjadi alasan mengapa saya merasa tidak terlalu tertarik untuk membuat FB. Bahkan FB pernah menjadi satu fasilitas internet yang paling banyak digunakan oleh orang diseluruh dunia. Bahkan dari kabar yang pernah saya dengar, kekacauan yang sedang terjadi saat ini di Iran pasca terpilihnya kembali Ahmadinejad sebagai presiden Iran, FB digunakan sebagai media propaganda yang paling efektif oleh pihak oposisi sehingga pemerintah Iran memboikot FB agar FB tidak dapat digunakan lagi di Iran.

Bahkan di Indonesia FB sempat menjadi gonjang-ganjing. Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdebat terkait perlunya fatwa haram terhadap penggunaan FB mengingat manfaat dan mudaratnya yang walaupun pada akhirnya fatwa haram itu tidak dikeluarkan. Menurutku perdebatan MUI menyangkut FB itu tidak berkualitas. Masih banyak persolan keummatan lain yang lebih urgen untuk diperhatikan. Lebih baik MUI menfatwakan bahwa mengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri adalah haram. Mengingat banyaknya kasus tindak kekerasan yang dialami para TKI dan tidak terselesaikan oleh hukum.

Namun akhirnya sejak 3 hari yang lalu saya punya Facebook. Sekali lagi FS, FB atau apalah namanya, hanyalah sekedar budaya pop. Ada scenario pasar yang bermain dibelakangnya. Tanpa sadar, sementara asik-asiknya kita bermain FB kita sementara menjadi lokomotif untuk mempercepat mobilisasi dan akumulasi capital. Kita sedang mempercepat pergeseran peradaban pada bentuk yang lain yang entah peradaban itu mengarah kemana kita tidak mengetahuinya. Anehnya kita cenderung latah pada sesuatu yang kita tidak pahami substansinya. Kita larut dalam dalam suatu scenario besar yang namun bukan kita yang membuat scenario itu apa lagi hendak menjadi sutradaranya. Ibarat papan catur, kita hanyalah pion yang terus maju tanpa punya pilihan untuk tidak melangkah, mundur atau melangkah kesamping.
Tak ada cara lain, pencerdasan dan pencerahan harus selalu dilakukan. Biar bangsa ini punya identitas sendiri dan tahu hendak melangkah kemana karena menyadari tujuan dan cita-cita serta mimpi yang sama tentang peradaban.

Tamalanrea, Makassar
Kamis, 2 Juli 2009 pukul 00:01 WITA